Bangsa
Arab sebelum diutus Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah umat yang
tidak mempunyai aturan. Kebiadabanlah yang kendalikan mereka. Gelapnya
kejahilan menaungi mereka dan tidak ada yang mengikat mereka, serta tidak ada
undang-undang yang dapat mereka patuhi. Akibat dari itu semua, jiwa mereka
dipenuhi akidah yang bathil. Terkadang mereka mengkhayalkan Tuhan pada
patung yang mereka pahat dengan tangan sendiri, terkadang pada bintang-bintang
yang tampak dan hilang di depan pandangan mereka.
Sebagaimana
setiap kelompok memandang kebenaran itu dari apa yang tumbuh dan yang
diwariskan oleh nenek moyangnya, dan melihat keagungan itu dari apa yang
tersebar dan dikenal di kalangan kabilahnya. Hanya sedikit dari mereka yang
berjalan dengan aturan yang dapat menyelesaikan perselisihan di kalangan
mereka, kebiasaan yang baik dan langkah-langkah mulia. Sebagian aturan itu
datang kepada mereka dari syariat nenek moyangnya, yaitu Nabi Ismail alaihissalam.
Sebagian yang lain memeluk agama orang-orang Yahudi dan Nasrani yang ada di
kalangan mereka, atau yang mengelilingi wilayah mereka, atau yang datang karena
memenuhi kebutuhan hidup. Sebagian yang lain mendapat petunjuk dari pengalaman
dan melalui adat dan tradisi.