Showing posts with label Ulama. Show all posts
Showing posts with label Ulama. Show all posts

Sunday, February 3, 2013

IMAM ABU HANIFAH – Sanjungan Ulama Terhadapnya



Al-Fudhail bin Iyadh berkata, “Abu Hanifah adalah seorang yang ahli fiqh dan terkenal dengan keilmuannya itu. Selain itu, dia juga terkenal dengan kewara’annya, banyak harta, sangat memuliakan dan menghormati orang-orang di sekitarnya, sabar dalam menuntut ilmu siang dan malam, banyak bangun malam, tidak banyak berbicara kecuali ketika harus menjelaskan kepada masyarakat tentang halal dan haramnya suatu perkara. Dia sangat piawai dalam menjelaskan kebenaran hukum dan tidak suka dengan harta para penguasa.”[1]

Ibnu Ash-Shabah menambahkan, “Jika ada masalah yang ditanyakan kepadanya, dia berusaha menjawabnya dengan hadits shahih dan menggunakannya sebagai dalil walaupun berasal dari sahabat dan tabi’in. Jika tidak ada, maka dia akan menggunakan qiyas. Dan dia adalah orang yang piawai dalam menggunakan qiyas.”[2]

Dari Abu Bakar bin Iyasy, dia berkata, “Saudara Sufyan, Umar bin Said meninggal dunia. Lalu kami melayatnya. Sesampai di sana, ternyata rumahnya telah sesak dengan para pelayat dan beberapa saudaranya. Di antara mereka terdapat Abdullah bin Idris. Kemudian, Abu Hanifah datang dalam majelis itu, ikut berbaur dengan jamaah yang lain. Ketika Abdullah bin Idris melihat sang imam (Abu Hanifah), ia bergegas menghampirinya dan memeluknya. Setelah itu ia mempersilahkannya duduk di tempat duduknya, sedangkan ia sendiri duduk di sampingnya.”

IMAM ABU HANIFAH – Nama, Kelahiran dan Sifat-sifatnya


IMAM ABU HANIFAH – Nama, Kelahiran dan Sifat-sifatnya

Namanya: An-Nu’man bin Tsabit bin Zauthy At-Taimy Al-Kufy[1], kepala suku dari Bani Tamim bin Tsa’labah. Ada yang mengatakan bahwa sebab penamaannya dengan Hanifah (حنيفة) adalah karena ia selalu membawa tinta yang disebut Hanifah dalam bahasa Irak.

Kelahirannya: Dia dilahirkan pada tahun 80 Hijriyyah di Kufah, saat pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Pada saat itu dia masih sempat melihat sahabat Anas bin Malik, ketika Anas dan rombongannya datang ke Kufah. Akan tetapi ada yang menyangkal berita ini dan mengatakan bahwa berita Imam Abu Hanifah bertemu dengan sahabat Anas adalah tidak benar.